

PENGESAHAN
Karya
tulis yang berjudul “BANDUNG LAUTAN SEJARAH” ini, disusun dan disahkan umtuk
memenuhi salah satu syarat menempuh Ujian Nasional di SMP N 3 MANDIRAJA Tahun
Ajaran 2013/2014 pada :
Hari :
Tanggal :
Tempat :
Wali
Kelas Pembimbing
Tinowati R. S.Pd. Jumaedi P. S.Pd.
NIP.
19700613 200801 2017 NIP.
19691204 199903 1005
Mengetahui
Kepala
Sekolah
Dra.
Nani Kristiati
NIP.
19670102 199703200
PERSEMBAHAN
Laporan
Karya Tulis ini kami persembahkan kepada :
1. Kepala Sekolah yang telah mendukung
kegiatan ini sehingga dapat berjalan
dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apapun.
2. Ayah dan Ibu yang telah memberikan
dukungan baik berupa moril maupun materil sehingga kami dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
3. Bapak dan Ibu Guru Pembimbing yang
telah memberikan petunjuk dan
bimbingannya dalam pembuatan karya tulis ini.
4. Rekan – rekan yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada kami.
5. Teman
– teman yang ikut turut serta mendukung dalam pembuatan Karya Tulis ini.
6. Pembaca
yang budiman.
Motto
1. Kerugian terbesar bukanlah saat
mengalami kebangkrutan, melainkan saat Kita gagal belajar dari kebangkrutan
tersebut.
2. Saya hanyalah seorang manusia,
tetapi saya adalah seseorang. Saya tidak dapat melakukan segalanya, tetapi saya
dapat melakukan sesuatu. Saya tidak akan menolak melakukan sesuatu yang dapat
saya lakukan. (Helen Keller).
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin
kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang
kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Kita cenderung menilai kesuksesan
dari jumlah penghasilan kita atau ukuran mobil-mobil kita, bukan dari kualitas
layanan dan hubungan kita dengan sesama manusia. (Martin Luther King Jr).
5. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan
yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat,
kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk
membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
6. Ketika satu pintu kebahagiaan
tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama
pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi
kita.
7. Sahabat terbaik adalah dia yang
dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah
katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap
lama dengannya.
8. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu
apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa
kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
9. Hidup adalah kesempatan untuk
menyumbangkan cinta dengan cara kita sendiri. (Bernie Siegel, M.D.).
Kata
Pengantar
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat
limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Karya Tulis dengan judul “BANDUNG LAUTAN SEJARAH” ini dapat
terselesaikan dengan baik. Tak lupa
salam serta sholawat tetap tercurahkan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad
SAW.
Tujuan
dibuatnya karya tulis ini adalah sebagai salah salah satu syarat menempuh Ujian
Nasional di SMP N 3 MANDIRAJA, juga sebagai bahan pelatihan dan pengetahuan kami
dalam membuat laporan karya tulis sehingga dapat bermanfaat dan menambah
wawasan bagi kami dan orang lain.
Karya Tulis ini
terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kepala Sekolah yang telah mendukung
kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu
apapun.
2. Ayah dan Ibu yang telah memberikan
dukungan baik berupa moril maupun materil sehingga kami dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
3. Bapak dan Ibu Guru Pembimbing yang
telah memberikan petunjuk dan
bimbingannya dalam pembuatan karya tulis ini.
4. Rekan – rekan yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada kami.
Dalam
penyusunan Karya Tulis ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan
kekeliruan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami
harapkan untuk kesempurnaan dari Karya Tulis ini. Semoga Karya Tulis ini bermanfaat
bagi diri
saya sendiri dan umumnya pembaca yang budiman.
Wassalamu’alaikum
Wr,Wb.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL........................................................................................................... i
PENGESAHAN.................................................................................................................. ii
PERSEMBAHAN.............................................................................................................. iii
MOTTO.............................................................................................................................. iv
KATA
PENGANTAR........................................................................................................ v
DAFTAR ISI..................................................................................................................... vi
BAB
1
PENDAHULUAN.............................................................................................................. 1
A.
LATAR BELAKANG...................................................................................... 1
B.
TUJUAN PENULISAN................................................................................... 1
C.
METODE PENGUMPULAN DATA.............................................................. 2
1.
Metode Observasi........................................................................................ 2
2.
Metode Study Pustaka................................................................................ 2
D.
RUANG LINGKUP......................................................................................... 2
E. SISTEMATIKA PENULISAN........................................................................ 3
BAB II
MUSEUM KONFERNSI ASIA AFRIKA (KAA)........................................................... 5
A.
SEJARAH TERBENTUKNYA KAA............................................................. 7
B. LATAR
BELAKANG TERBENTUKNYA KAA........................................ 10
C. ALASAN
KOTA BANDUNG DIPILIH SEBAGAI TEMPAT KAA........ 11
D. PENGARUH
KAA BAGI DUNIA INTERNATIONAL............................. 11
E. BUKTI
KEBERHASILAN KAA.................................................................. 12
F. TUJUAN
DIBENTUKNYA MUSEUM KAA.............................................. 12
BAB III
MUSEUM GEOLOGI...................................................................................................... 13
A.
SEJARAH TERBENTUKNYA MUSEUM GEOLOGI............................... 13
B. TUJUAN
DIBENTUKNYA MUSEUM GEOLOGI.................................... 15
C. KOLEKSI
FOSIL DAN BENDA BERSEJARAH....................................... 15
D. PERKEMBANGAN
MUSEUM GEOLOGI................................................. 17
E.
RUANG-RUANG YANG ADA DI MUSEUM GEOLOGI........................ 18
1. Lantai Satu................................................................................................. 18
2. Lantai 2...................................................................................................... 20
BAB IV
GUNUNG TANGKUBAN PARAHU............................................................................ 23
A.
PENGERTIAN UMUM................................................................................. 23
B.
LEGENDA RAKYAT SETEMPAT.............................................................. 23
C.
ASAL – USUL GUNUNG TANGKUBAN PERAHU................................ 24
D.
LETAK GEOGRAFIS.................................................................................... 26
E.
IKLIM............................................................................................................. 26
F.
LUAS AREAL................................................................................................ 26
G.
KAWAH GUNUNG TANGKUBAN PERAHU.......................................... 26
1. Kelompok
Pangguyangan Badak ( kawah Utama )................................... 26
2. Kelompok
Kawah Parasiter....................................................................... 27
3. Aktifitas
Letusan....................................................................................... 27
H. ARTI DAN
FUNGSI TANGKUBAN PERAHU......................................... 28
1.
Fungsi Biologis.......................................................................................... 28
2.
Fungsi Ekonomis....................................................................................... 28
3.
Fungsi Psikologis....................................................................................... 29
4.
Fungsi Akademis....................................................................................... 29
I.
LEGENDA SANGKURIANG...................................................................... 29
1.
Dayang Sumbi Dibuang Ke Hutan............................................................ 30
2.
Menikah Dengan Si Tumang..................................................................... 30
3.
Sangkuriang Membunuh Ayahnya............................................................ 31
4.
Sangkuriang diusir Ibunya......................................................................... 32
5.
Sangkuriang Membuat Perahu................................................................... 33
BAB V
PENUTUP......................................................................................................................... 35
A.
KESIMPULAN............................................................................................... 35
B. SARAN........................................................................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 37
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Study
Tour adalah merupakan kegiatan yang erat kaitannya dengan
pelajaran, oleh karena itu Study
Tour mempunyai arti penting bagi siswa dalam membentuk sikap dan cakrawala
pandang.
Dengan
adanya Study Tour siswa diharapkan lebih mencintai lingkungan alam. Selain untuk mengetahui dan menikmati
keindahan – keindahan lingkungan alam, siswa juga harus mengetahui nama
tempat yang di lihat dan kegunaan tempat
tersebut. Dengan diadakannya Study
Tour ini nantinya sebagai motivasi agar siswa mempunyai keinginan untuk
memikirkan lingkungan sekitarnya.
Atas
data yang diperoleh, saya memberi judul “BANDUNG LAUTAN SEJARAH” yang berdasarkan
pengalaman saya selama mengikuti Study Tour.
Tujuannya adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui keadaan obyek-obyek
di Bandung.
2. Untuk menerangkan antara teori dan
praktek.
3. Kami ingin memperoleh data-data yang
cukup jelas tentang keadaan obyek wisata di Bandung.
Oleh
karena itu penulis akan memberitahukan sekilas obyek wisata di Bandung di buku
laporan Karya Tulis ini. Melalui karya wisata ini saya dapat
menyampaikan apa yang saya lihat dalam Study Tour ke Bandung.
B.
TUJUAN PENULISAN
Dalam
usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah khususnya kejujuran diadakan
penyusunan kegiatan karya tulis yang diutamakan bagi siswa-siswi kalas IX yang
akan menempuh Ujian Nasional dengan tujuan :
1. Untuk memenuhi persyaratan dalam
menempuh Ujian Nasional Tahun Ajaran 2013/2014.
2. Menambah wawasan pengetahuan bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
3. Melatih penulis dalam menyusun karya
tulis.
4. Penulis ingin mendiskripsikan obyek-obyek
yang pernah penulis kunjungi.
5. Menambah wawasan tentang dunia
wisata dan ilmu pengetahuan terutama dalam objek wisata di Bandung ini.
6. Sebagai bentuk ikut melestarikan
peninggalan bersejarah Bangsa Indonesia.
7. Sebagai dasar pengetahuan penulisan
Karya Ilmiah.
C.
METODE PENGUMPULAN DATA
Metode
adalah suatu cara penulis untuk mengamati wisata, kemudian mencatat hal yang perlu. Untuk menyelesaikan laporan ini penulis berusaha untuk memperoleh
data-data sebagai bahan-bahan dalam penyusunan Karya Tulis. Adapun cara yang digunakan untuk memperoleh data dan menyusun
karya tulis ini sebagai berikut:
1.
Metode Observasi (Metode
Pengamatan Secara Langsung)
Penulis mengamati obyek-obyek wisata
secara langsung dengan mengunjunginya, kemudian mencatat hal-hal yang penulis
anggap penting.
2.
Metode Study Pustaka
Metode penelitian dimana penulis
mencari buku sumber yang berhubungan dengan objek yang ditulis. Mencari sumber
– sumber dalam media Internet dan sebagainya.
D.
RUANG LINGKUP
Penulis membatasi pembahasan dalam karya
tulis ilmiah ini sebagai berikut:
1.
Museum Konfernsi Asia Afrika (KAA)
2. Museum Geologi
3.
Gunung Tangkuban Perahu
E.
SISTEMATIKA PENULISAN
Didalam
penyajian karya tulis ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang
penulis kemukakan dengan sejelas jelasnya, untuk itu penulis membagi karya
tulis ini menjadi beberapa sistamatika antara lain:
1.
Bab I Pendahuluan
Menerangkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan karya tulis ini diantaranya menganai Latar
Belakang, Tujuan
Penulisan, Metode Pengumpulan Data yang terdiri dari Metode Observasi (Metode Pengamatan Secara Langsung)
dan Metode Study Pustaka, kemudian dilanjutkan dengan Ruang Lingkup dan Sistematika
Penulisan.
2.
Bab II Museum KonferensiAsia Afrika
(KAA)
Didalam bab ini mencakup Sejarah Terbentuknya KAA, Latar Belakang Terbentuknya Kaa, Alasan Kota
KAA, Pengaruh Kaa Bagi Dunia International, Bukti Keberhasilan KAA, dan Tujuan
Dibentuknya Museum Konferensi Asia Afrika.
3.
Bab III Museum Geologi
Didalam bab ini mencakup Sejarah Terbentuknya Museum Geologi, Tujuan Dibentuknya Museum Geologi, Koleksi
Fosil Dan Benda Bersejarah, Perkembangan Museum Geologi, dan Ruang-Ruang Yang
Ada di Museum Geologi.
4.
Bab IV Gunung Tangkuban Perahu
Didalam bab ini mencakup Pengertian
Umum Gunung Tangkuban Perahu, Legenda Rakyat Setempat, Asal – Usul Gunung
Tangkuban Perahu, Letak Geografis, Iklim, Luas Areal, dan Kawah Gunung
Tangkuban Perahu yang terdiri atas beberapa point yaitu Kelompok Pangguyangan Badak (kawah Utama), Kelompok Kawah Parasiter, dan Aktifitas
Letusan . Kemudian untuk Arti dan
Fungsi Tangkuban Perahu meliputi Fungsi Biologis, Fungsi Ekonomis, Fungsi
Psikologis, dan Fungsi Akademis dan untuk Legenda Sangkuriang meliputi point Dayang
Sumbi Dibuang Ke Hutan, Menikah Dengan Si Tumang, Sangkuriang Membunuh Ayahnya,
Sangkuriang diusir Ibunya, dan Sangkuriang Membuat Perahu.
5.
Bab V Penutup
Bab ini merupakan penutup dalam
penyusunan karya tulis yang diantaranya memuat tentang hal-hal yang telah diuraikan di muka kemudian
mengenai saran-saran yang sekiranya dapat menjadi motivasi bagi kami juga bagi
para pembaca.
BAB II
MUSEUM KONFERNSI ASIA AFRIKA (KAA)
Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum yang
berada di Kota Bandung. Terletak di Jl.Asia
Afrika No.65. Museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia
Afrika.
Museum ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Secara keseluruhan Gedung Merdeka
memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat
sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum
Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika.
Museum ini merupakan gedung yang menjadi
kebanggaan warga Kota Bandung
khususnya, dan Indonesia secara umum. Betapa tidak, museum ini menyimpan banyak
sekali pertautan sejarah dan berperan besar bagi eksistensi Indonesia di mata
internasional karena pernah dipakai untuk menyelenggarakan even sangat penting
bertaraf kawasan Benua Asia dan Afrika.
Gedung Museum Konferensi Asia Afrika ini
diarsiteki oleh Van Galenlast dan C.O Wolf Shoomaker. Gedung ini mudah sekali
terkenal karena pernah diadakan KAA pada tahun 1955 dan Konferensi Mahasiswa
Asia Afrika sekitar tahun 1956, dan Konferensi Islam Asia Afrika serta
dijadikan sebagai tempat menyimpan banyak naskah-naskah penting. Gedung ini,
kini dibuka untuk umum pada setiap hari kerja dan mudah sekali dicapai karena
lokasinya yang strategis.
Menarik memang mencermati arsitektur
bangunan ini karena perancangnya bukan oleh orang Indonesia, justru oleh dua
orang Belanda yang menjadi Guru Besar di Technische Hogeschool (Sekolah Teknik
Tinggi), yaitu ITB sekarang. Keduanya dikenal merupakan arsitektur handal
dimasanya. Di dalam gedung kental sekali dengan nuansa art deco dengan
lantai yang terbuat dari marmer Italia yang mengkilap. Ruangan-ruangannya
terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangan dipakai lampu kristal
bias yang tampak gemerlapan.
Seperti telah diulas sebelumnya bahwa
gedung KAA ini memiliki aspek sejarah yang kental. Pada awalnya bangunan ini
bernam Sociteit Concordia yang digunakan untuk rekreasi sebagian orang Belanda
yang ketika itu berdomisili di Kota Bandung. Mereka merupakan para pegawai
Belanda, pembesar, perwira, dan pengusaha. Nah, ketika hari libur
datang, gedung ini dipakai untuk melihat berbagai pertunjukan seni, makan
malam, dan sebagainya.
Pada masa proklamasi kemerdekaan
Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 gedung ini digunakan sebagai markas
pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang yang pada waktu itu enggan
menyerahkan kekuasaannya kepada Indonesia. Setelah pemerintahan Indonesia mulai
terbentuk (1946 – 1950) yang ditandai oleh adanya pemerintahan Haminte Bandung,
Negara Pasundan, dan Recomba Jawa Barat, Gedung Concordia dipergunakan lagi
sebagai gedung pertemuan umum. Disini biasa diselenggarakan pertunjukan
kesenian, pesta, restoran, dan pertemuan umum lainnya. Museum Konferensi Asia
Afrika berada di Jl. Asia-Afrika No. 65 Kota Bandung, Jawa Barat,40401.
Sejarah
berdirinya Konferensi Asia Afrika dibuka sejak diresmikan oleh Ir. Soekarno
pada tanggal 18 April 1995 dan ada beberapa pertimbangan dasar yang mengisi,
dasar-dasar pertimbangan itu antara lain :
1. Memiliki persamaan nasib dan
sejarah, yaitu pada umumnya pernah menderita akibat penindasan Imperalisme
Barat.
2. Semakin meningkatnya kesadaran
bangsa Asia Afrika yang terjajah untuk memperoleh kemerdekaannya .
3. Situasi internasional/ pada masa itu
diliputi oleh kecemasan adanya perlombaan senjata antara blok barat dan blok
timur.
4. Kecemasan akibat munculnya perang
atom.
Persatuan
dan solidaritas serta menjadi kerja sama untuk mengatasi masalah-masalah pembangunan ekonomi, social, pendidikan, dan
kebudayaan. Dibawah ini ada beberapa tujuan Konferensi Asia Afrika :
1. Memajukan kerjasama antara
bangsa-bangsa Asia Afrika di lapangan social, ekonomi, dan kebudayaan.
2. Memberantas rasdiskriminasi dan
kolonialisme.
3. Memperbesar peranan Asia Afrika
didunia dan diikut sertalan memperusahakan perdamaian dunia.
Lima
Negara PEMRAKARSA tersebut ialah :
a. Perdana Menteri Indonesia : Mr.Alisastro Amidjoyo
b. Perdana Menteri India : Sbri pandit jawa narla inabru
c. Perdana Menteri Srilangka : Sirjohin Kotewla
d. Perdana Menteri Pakistan : Mohammad Li
e. Perdana Menteri Bruma :
Ketua konferensi : Mr. Alisastro
Amidjiyo,
Sekretaris jendral konferensi : Fusian Abdul Gani
Ketua Komite Kebudayaan : Mr. Moh. Yamin
Ketua Komite Ekonomi : Prof.Ir.Rosano
Hambatan-hambatan
yang dialami selama Konferensi adalah sebagai berikut:
1. Pandangan politik yang berbeda-beda
yaitu ada Negara barat Filiphina, Muangtai, Pakistan, Iran, Turki, dan Jepang.
Ada Negara prokomunis yaitu RRC dan Vietnam Utara.
2. Negara yang tidak blok barat maupun
blok timur yaitu Indonesia, India, Srilangka, Bruma, Mesir dan Irak.
3. Negara-negara yang lain belum
menampakkan pandangan politiknya keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam
Konferensi Asia Afrika adalah sabagai berikut.
Contoh: Kulaktif mengusahakan perdamaian dunia.
A.
SEJARAH TERBENTUKNYA KONFERENSI ASIA AFRIKA
Konferensi Asia Afrika merupakan
gagasan dari Presiden Soekarno. Keterangan Pemerintah Indonesia tentang politik
luar negeri yang disampaikan oleh Perdana Menteri Mr.Ali Sastroamidjojo, di
depan parlemen pada tanggal 25 Agustus 1953, menyatakan; “Kerja sama dalam
golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar, karena
kami yakin, bahwa kerja sama erat negara-negara tersebut tentulah akan
memperkuat usaha ke arah perdamaian dunia yang kekal. Kerjasama antar
negara-negara Asia Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan-aturan
dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menyenangi kerjasama kedaerahan
(regional arrangements). Lain dari itu negara-negara itu pada umumnya memang
mempunyai pendirian-pendirian yang sama dalam beberapa soal di lapangan
internasional, jadi mempunyai dasar sama (commonground) untuk mengadakan
golongan yang khusus. Dari sebab itu kerja sama tersebut akan kami lanjutkan
dan pererat”. Bunyi pernyataan tersebut mencerminkan ide dan kehendak
Pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama di antara negara-negara Asia
Afrika.
Pada awal tahun 1954, Perdana
Menteri Ceylon (Srilangka) Sir Jhon Kotelawala mengundang para Perdana Menteri
dari Birma (U Nu), India (Jawaharlal Nehru), Indonesia (Ali Sastroamidjojo),
dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan informal
di negaranya. Undangan tersebut di terima baik oleh semua pimpinan pemerintah
negara yang diundang.
Pertemuan yang kemudian disebut
Konferensi Kolombo itu dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei
1954. Konferensi ini membicarakan masalah-masalah yang menjadi kepentingan
bersama yang menarik perhatian para peserta konferensi, diantaranya pernyataan
yang diajukan oleh Perdana Menteri Indonesia : “Where do we stand now, we the
peoples of Asia , in this world of ours to day?” (“Dimana sekarang kita
berdiri, bangsa Asia sedang berada di tengah-tengah persaingan dunia?”),
kemudian pernyataan tersebut dijawab sendiri dengan menyatakan: “We have noe indeed at the cross-roads of the
historyof mankind. It is therefore that we Prime Minister of five Asian
countries are meeting here to discuss those crucial problems whice urge
Indonesia to propose that another conference be convened wide3r in scope,
between the African and Asian Nations. I am convined that the problems are not
only convened to the Asian countries represented here but also are of equal
importance to the Afrika and other Asian countries”. (“Kita sekarang berada
dipersimpangan jalan sejarah umat manusia. Oleh karena itu kita Lima Perdana
Menteri negara-negara Asia bertemu disini untuk membicarakan masalah-masalah
yang krusial yang sedang dihadapi oleh masyarakat yang kita wakili. Ada
beberapa hal yang mendorong Indonesia mengajukan usulan untuk mengadakan
pertemuan lain yang lebih luas antara negara-negara Afrika dan Asia. Saya
percaya bahwa masalah-masalah itu tidak terjadi hanya di negara-negara Asia
yang terwakili disini, tetapi juga sama pentingnya bagi negara-negara Afrika
dan Asia lainnya”). Pernyataan tersebut memberi arah kepada lahirnya Konferensi
Asia Afrika. Selanjutnya, soal perlunya Konferensi Asia Afrika diadakan,
diajukan pula oleh Indonesia dalam sidang berikutnya. Usul itu akhirnya
diterima oleh semua konferensi, walaupun masih dalam suasana keraguan.
Perdana Menteri Indonesia pergi ke
Kolombo untuk memenuhi undangan Perdana Menteri Srilangka dengan membawa
bahan-bahan hasil perumusan Pemerintah Indonesia . Bahan-bahan tersebut
merupakan hasil rapat dinas Kepala-kepala Perwakilan Indonesia di negara-negara
Asia dan Afrika yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mr. Sunario. Rapat dinas
tersebut diadakan di Tugu ( Bogor ) pada tanggal 9 sampai dengan 22 Maret 1954.
Akhirnya, dalam pernyataan bersama
pada akhir Konferensi Kolombo, dinyatakan bahwa para Perdana Menteri peserta
konferensi mkembicarakan kehendak untuk mengadakan konferensi negara-negara
Asia Afrika dan menyetujui usul agar Perdana Menteri Indonesia dapat menjejaki
sampai dimana kemungkinannya mengadakan konferensi semacam itu.
B.
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA KONFERENSI ASIA AFRIKA
Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan
Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara
bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di
beberapa pelosok dunia, terutama di belahan bumi Asia Afrika, masih ada masalah
dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung,
bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina,
Palestina, Afrika Selatan, dan Afrika Utara.
Masalah-masalah tersebut sebagian
disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi
maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh
Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Tiap-tiap blok
berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung
mereka. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana
permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Suasana
permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "Perang Dingin".
Timbulnya pergejolakan dunia disebabkan
pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia
dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya benua Asia dan Afrika
merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sejak tahun
1945, banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang
masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair,
Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung
selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak
yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian
Barat, India dan Pakistan tentang Kashmir, negara-negara Arab tentang
Palestina.Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi, karena tanah air
mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika
Serikat.
Sementara itu bangsa-bangsa di
dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika, sedang dilanda kekhawatiran akibat
makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat
manusia. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka
pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa
penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia
tersebut.
Walaupun pada masa itu telah ada
badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi
menangani masalah¬masalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil
menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangkan kenyataannya, akibat yang ditimbulkan
oleh masalah-masalah ini, sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia
Afrika.Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan
Konferensi Asia Afrika.
C. ALASAN DIPILIHNNYA KOTA BANDUNG
SEBAGAI TEMPAT DISELENGGARAKANNYA KAA
1. Karena pada saat itu Bandung
fasilitasnya sangat lengkap.
2. Karena pada saat itu bandung
memiliki gedung yang termegah dan terluas se-Asia Tenggara yaitu Gedung
Merdeka.
3. Karena Bandung dijamin aman.
4. Karena Presiden Soekarno cinta
Bandung, beliau pernah menuntut ilmu di universitas ITB Bandung.
D.
PENGARUH KAA BAGI DUNIA INTERNATIONAL
1. Lahirnya Negara-negara baru yang
merdeka
2. Peranan PBB semakin membaik
3. Lahirnya kerjasama di berbagai
bidang
4. Melahirkan gerakkan Non Blok
E.
BUKTI KEBERHASILAN KAA DIMATA DUNIA INTERNATIONAL
Mampu membebaskan Negara-negara yang
terjajah
F.
TUJUAN DIBENTUKNYA MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA
1. Untuk mengabadikan dan melestarikan
nilai-nilai luhur dari KAA
2. Sebagai pusat study dan penelitian,
dan
3. Sarana pariwisata yang edukatif
Jadwal Buka Museum Konferensi Asia Afrika :
Senin – Juma’at (Monday – Friday) : 08.00 - 15.00
Istirahat (Lunch Break)
: 12.00 - 13.00
BAB III
MUSEUM
GEOLOGI
Sejarah
Museum Geologi sangat erat kaitannya dengan sejarah penyelidikan Geologi
Indonesia yang mulai sekitar tahun 1855 M lembaga mengukur di naskah
penyelidikan geologi pada waktu itu berkedudukan di Bogor (1852-1866), kemudian
pindah ke Jakarta (1866-1924) dan pada 1924 pindah ke Bandung yaitu Gedung
Gouvec semakin meningkat. Contoh: Batuan
Mineral dan Fosil yang
dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk diselidiki di laboratorium
semakin banyak.
Berbagai
contoh tersebut memerlukan tempat khusus untuk mendokumentasiakannya, kemudian
timbul suatu gagasan untuk memperlihatkan koleksi gedung yang diperlukan bagi
laboratorium dan Museum Geologi Bandung. Geologi ini dirancang dengan gaya derstek
”Art deco” oleh arsitek belanda yaitu Menal Davar
Schowanbrag pada tanggal 16 Maret 1929 bertepatan dengan kongres IP PASIV
yang ke IV. Museum Geologi resmi dengan nama Geologi Saha Museum
peranggan pada waktu itu sangat lah sederhana dimana berbagai koleksi Museum
Geologi yang disimpan didalam lamari kaca.
Tiap
koleksi tempat ditemukan dan kolektornya sisten meskipun peranan Museum Geologi
tahun 1998 relatif sama, seprti itu pada waktu Museum Geologi untuk pertama
kali diresmikan tetapi pengunjung Museum Geologi banyak sekali pemandangannya
juga menarik sekali, karena sudah banyak siswa-siswi yang mengunjungi kesana.
A.
SEJARAH TERBENTUKNYA MUSEUM GEOLOGI
Museum
Geologi
didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan
dana bantuan dari JICA (Japan
International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi,
Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati
Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen
bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan
peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi
geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, dan mineral. Semua itu
dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.
Masa Penjajahan Belanda keberadaan
Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang
di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli
Eropa. Setelah Eropa mengalami revolusi industri pada pertengahan abad ke-18,
Eropa sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintah
Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara.
Melalui hal ini, diharapkan perkembangan industri di Negeri Belanda dapat
ditunjang, maka pada tahun 1850, dibentuklah Dienst Van Het Mijnwezen.
Kelembagaan ini berganti nama jadi Dienst van den Mijnbouw pada tahun 1922,
yang bertugas melakukan penyelidikan geologi serta sumber daya mineral.
Hasil penyelidikan yang berupa
contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk
penganalisaan dan penyimpanan, sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw
membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya
bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut Geologisch
Museum.
Gedung Geologisch Laboratorium
dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan
dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja serta menghabiskan dana sebesar 400
Gulden. Pembangunannya dimulai pada pertengahan tahun 1928 dan diresmikan pada
tanggal 16 Mei 1929.
Peresmian tersebut bertepatan dengan
penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 (Fourth Pacific
Science Congress) yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 Mei
1929.
B.
TUJUAN DIBENTUKNYA MUSEUM GEOLOGI
1. Sebagai tempat wisata yang
menyenangkan dan edukatif.
2. Sebagai pusat study penelitian.
3. Sebagai tempat yang dapat memberikan
ilmu pengetahuan mengenai geografi dan geologi.
C.
KOLEKSI FOSIL DAN BENDA BERSEJARAH DI MUSEUM GEOLOGI
Di Museum Geologi ini terdapat
berbagai hasil-hasil peninggalan zaman sejarah (masa lampau) diantaranya fosil
dan benda-benda hasil peninggalan zaman dulu, seperti :
1.
Fosil
Di Museum Geologi terdapat fosil manusia purba serta fosil
makhluk hidup lainnya. Fosil manusia purba yang ada disini yaitu :
a. Megantropus Palaeojavanicus
Perawakan Megantropus Paleojavanicus
diperkirakan tegap, diperkirakan masif dengan tulang pipi tebal tonjokannya,
belakang kepala yang tajam serta tempat pelekatan yang besar bagi otot-otot
tengkuh yang kuat. Dengan gerakan yang besar, maka permukaan tengah banyak
kerutan-kerutan dengan gigi yang sangat kuat.
b. Phytecanthropus Erectus
Fosil ini banyak ditemukan di Indonesia.
Tinggi badan diperkirakan antara 165 – 180 cm dengan tubuh dan anggota badan
yang tegap, mukanya memiliki tonjolan kuning yang kua, hidung yang lebar dengan
belakang kepala menyudut, isi tengkorak berkisar antara 750 – 100 cm.
c. Homosapiens
Jenis Homosapiens memiliki ciri yang
lebih maju dengan Phytecanthropus Erectus. Berjalan dan berdiri tegak serta
lebih sempurna, tinggi badannya antara 130 – 210 cm, mukanya datar dan lebar,
akar hidung lebar dan bagian mulutnya agak sedikit menonjol, dahi membulat serta
tinggi, sementara bagian belakang tengkorak juga membulat dengan rahang dan
gigi mengecil dan lidah terlalu menonjol ke bagian depan. Volume tengkorak
rata-rata antara 1350 – 1450 cm
2. Alat atau Benda pada Masa Lampau
Pada masa lalu manusia mempunyai
berbagai alat yang digunakan sebagai kehidupannya sehari-hari yaitu :
a. Alat batu, yaitu suatu alat yang terbuat dari
bebatuan. Ragam alat batu diantaranya :
a) Kapak Penimbas (Chopper)
b) Serut genggam (Sropper)
c) Penerak (Chopping tool)
d) Pahat genggam (Hand adec)
e) Kapak genggam Awai (Proto hand axe)
b. Alat
serpih
Adalah perkakas yang digunakan
sebagai pisau, gurdi atau penusuk. Alat ini digunakan sebelum mengenal tulisan
yakni digunakan sebagai mengupas, memotong atau juga menggali sejenis
umbi-umbian.
c. Alat
tulang
Adalah perkakas yang bahan dasarnya
terbuat dari tulang binatang. Tulang-tulang ini dibentuk dari tulang hewan
hasil buruan, biasanya sebelum digunakan sebagai alat biasa dibentuk sesuai
kebutuhan.
D.
PERKEMBANGAN MUSEUM GEOLOGI
Sistem peragaan Museum Geologi
sampai tahun 1990-an tidak mengalami perubahan berarti. Dilain pihak, jumlah
pengunjung Museum meningkat terus, sebagian besar terdiri dari Pelajar dan
Mahasiswa yang memerlukan informasi untuk menambah pengetahuan mereka ilmu
tentang bumi.
Sejak tahun 1993 telah mulai
dijajaki upaya pengembangan Museum Geologi dalam rangka memenuhi kebutuhan para
pengunjung tersebut melalui proyek kerja sama antar pemerintah Indonesia dengan
pemerintah Jepang. Tahun 1998 Museum Geologi mulai direnovasi. Dalam proyek ini
pemerintah Indonesia menyusun sekenario dan desain peragaan, memperbaiki
interior gedung, dan melengkapi fasilitasnya, seperti sanitasi, sistem pemadam
kebakaran dan lain sebagainya. Sedangkan pemerintah Jepang menyumbangkan
berbagi peralatan untuk sistem dokumentasi, sistem peragaan, reparasi koleksi
edukasi peralatan dan riset. Saat ini Museum Geologi memiliki tidak kurang dari
250.000 koleksi batuan dan mineral, sekitar 60.000 koleksi fosil dan lain-lain.
Koleksi tersebut disimpan didalam ruang dokumentasi koleksi dan diperagakan
diruang peragaan. Museum Geologi juga mempunyai fasilitas edukasi lainya atau
ruang auditorium untuk pemutaran film bagi pengunjung yang datang secara
rombongan.
Mulai tahun 2002 Museum
Geologi melalui Kepmen ESDM Nomor: 1725 tahun 2002 statusnya menjadi Unit
Pelaksana Teknis Museum Geologi dilingkungan Balitbang ESDM. Mulai akhir 2005
Museum Geologi berada dibawah Badan Geologi bersama dengan terbentuknya Badan
Geologi sebagai Unit Eselon I yang ada di lingkungan Departemen Energi dan
Sumber Daya Mineral (DESDM).
E.
RUANG-RUANG YANG ADA DI MUSEUM GEOLOGI
1. Lantai Satu
Terbagi menjadi 3 ruang utama, ruang
orientasi dibagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur.
a.
Ruang orientasi
Berisi peta geografi Indonesia dalam
bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam
bentuk animasi. Bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan
pendidikan dan penelitian.
b.
Ruang sayap barat
Dikenal sebagai ruang geologi Indonesia,
yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang:
1)
Hipotesis terjadinya bumi didalam system tata surya.
2) Tatanan tektonik regional yang
membentuk geologi Indonesia, diwujudkan dalam bentuk maket model gerakan model
gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif.
3)
Keadaan geologi Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa
Tenggara serta Irian Jaya.
Dunia batuan dan mineral menempati
bilik disebelah baratnya yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan
susunan kristalografinya dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih dalam
ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk
jenis-jenis peralatan atau perlengkapan lapangan, saran pemetaan dan penelitian
serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geologi, geofisika, gunung berapi,
geomorfologi) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakatan data-data
dan informasi geologi Indonesia.
Pada ujung ruang sayap barat adalah kegunung apian yang menunjukan keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia seperti: Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.
Pada ujung ruang sayap barat adalah kegunung apian yang menunjukan keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia seperti: Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.
c.
Ruang sayap timur
Ruangan ini menggambarkan sejarah
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dari primitif hingga modern yang
mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.
Panel-panel gambar yang menghiasi
dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk
sekitar 4,5 milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitifpun
belum ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai
tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis timbunan bersel
tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil.
Reptilia bertulang belakang
berukuran besar yang hidup menguasai masa Mesozoikum tengah hingga akhir
(120-65 juta tahun lalu) diperagaan dalam bentuk replika Fosil Tyrannosaurus
Rex Osborn (jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m,
tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang di mulai sekitar 3
milyar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak
evolusi mamalia yang hidup pada zaman tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan
kuarte (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui
fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang
di temukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di pulau Jawa.
Sejarah pembentukan danau Bandung
yang melegenda di tampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan
ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas danau Bandung serta artefak di
peragakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di
pinggiran danau Bandung menunjukan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut
pernah di huni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa
kehidupan masa lalu di tempatkan pada bilik tersendiri di ruang sejarah
kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan
fosil, termasuk batu bara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan purba.
2.
Lantai 2
Terbagi menjadi 3 ruangan utama:
ruang barat, ruang tengah dan ruang timur. Ruang barat dipakai oleh staf museum,
ruang
tengah berisi maket pertambangan emas terbesar didunia, yang terletak di
pegunungan tengah irian jaya. Tambang terbuka gransberg yang mempunyai cadang
sekitar 1,186 milyar ton, dengan kandung tembaga 1,02%, emas 1,19 gram / ton
dan perak 3 gram / ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawah
tanah aktif disekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton. Bekas
tambang erksberg (gunung bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada
tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta
dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal
irian jaya (papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca disekitar maket. Miniature
menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan disini.
Ruang timur terbagi menjadi 7
ruangan kecil yang semuannya memberikan informasi tentang aspek positif dan
negative tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya Indonesia.
a. Ruang 1 menyajikan informasi tentang
manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran
sumber daya mineral di Indonesia.
b. Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan
eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral.
c. Ruangan 3 berisi informasi tentang
pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun
modern.
d. Ruang 4 menunjukan cara pengolahan
dan pengelolaan komodisi mineral dan energi.
e. Ruang 5 memamparkan informasi
tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longsor,
letusan gunung api dan sebagainya.
f. Ruang 6 menyajikan informasi tentang
aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
g. Ruang 7 menjelaskan tentang sumber
daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian
sumber daya tersebut.
Gedung museum geologi yang terletak
dijalan diponegoro 57 Bandung, museum ini ada di dalam organisasi pusat
penelitian dan pengembangan geologi , direktorat jenderal geologi dan sumber
daya mineral, departemen pertambangan dan energi. Bangunan gedung yang
arsitekturnya dirancang oleh Menalda Van Schoulven Burg (arsitek Belanda) di
bangun oleh kontraktor Lim A Goh dari Bandung. Pembangunannya memakan waktu
selama sebelas bulan dengan tenaga kerja sebanyak 300 orang.
Tujuan utama pembangunan museum
geologi yaitu untuk mendokumentasikan dan memperagakan benda peraga geologi
hasil kegiatan kerja dilapangan dan di laboratorium semuanya dalam bentuk
batuan, mineral dan fosil, dilengkapi dengan foto, bagan, peta ilustrasi dan
beberapa model untuk memberikan gambaran lebih jelas.
Fungsi museum geologi lebih dititik
beratkan kegunaannya dalam pengembangan pendidikan dan penelitian dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia karena itu sesudah mengalami
pembaharuan dalam tata pameran dan peragaan, para pengunjung yang masih awam
pada ilmu, kegiatan dan hasil kerja geologi, dapat memahaminya di museum. Untuk
peragaannya museum geologi dilengkapi dengan perangkat elektronik, mekanik,
pemandu dan pembimbing.
Berdasarkan pengamatan yang pernah
dilakukan di beberapa museum yang memiliki satu, dua keunggulan-keunggulan
ialah fungsinya sebagai tempat belajar, beberapa jenis dan model benda peraga
langka bangunan yang memiliki kaitan sejarah perjuangan kemerdekaan nusa dan
bangsa meskipun demikian, kekurangannya juga masih banyak, dan semuanya memerlukan
peningkatan kemampuan dan ketekunan kerja.
BAB IV
GUNUNG
TANGKUBAN PARAHU
A.
PENGERTIAN UMUM
Ketinggian : 2,084 meter (6,837
kaki)
Lokasi : Jawa Barat, Indonesia
Koordinat : 6.77°LS 107.6°BT
Geologi : Jenis Stratovolcano
Letusan terakhir :
1983
Gunung
Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat,
Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus
dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai
ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan
pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan
melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan
adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah
uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan.
Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2oC
pada malam hari. Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp
Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan
gunung.
B.
LEGENDA RAKYAT SETEMPAT
Asal-usul
Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan
jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya
menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu
dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu
itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian
membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Gunung
Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus
oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan
tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda gunung berapi ini adalah
munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya di
antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.
Keberadaan
gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan
gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah)
besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi
bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m
diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal
sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda
purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau
di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda
Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan
sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa
pada saat itu.
C.
ASAL – USUL GUNUNG
TANGKUBAN PERAHU
Gunung
Tangkuban Perahu terbentuk dari aktivitas letusan yang paling muda di antara
jajaran/ kompleks Gunung Api Sunda Purba dengan type letusan Strato/ berlapis ,
sekitar 3000 tahun yang lalu.
Dari
gunung Sunda Purba (dengan ukuran yang lebih besar) kemudian Terbentuklah 3
tiga gunung api baru, yaitu : Gunung Sunda (Baru), dan Gunung Tangkuban Perahu.
Gunung Burangrang dan Pada Fase terakhir sekitar 2000 tahun yang lalu
terbentuklah dasar batuan Sedimen neogen / endapan batu bara.
Bagian
sisa kawah ( Kaldera ) gunung Sunda Purba masih terdapat di antara Gunung
Burangrang dan Tangkuban Perahu. Sedangkan Danau atau Situ. Lembang masih
merupakan salah satu bagian dari dasar kawah gunung Sunda Purba itu sendiri.
Peristiwa runtuhan ini terjadi pada dua tahap, yaitu:
1. Terjadinya
patahan di Lembang sekitar 3000 tahun yang lalu.
2. Runtuhnya
bagian puncak di sebelah Utara, kemudian muncullah kegiatan gunung Tangkuban
Perahu di sebelah Timur yang merupakan sisa kawah Kaldera gunung Sunda (sekitar
2000 tahun yang lalu ).
Dalam perkembangannya membentuk
tubuh gunung dengan puncak gunung api yang memanjang. Bentuk tubuh yang
memanjang disebabkan oleh adanya tempat perpindahan titik letusan yang
memanjang sekitar 1100 meter dengan arah timur dan barat. Hal ini dapat
ditunjukkan dengan adanya sisa – sisa tepi kawah yang lama yang mendirikan
adanya gerakan atau perpindahan aktifitas puncak. Pada waktu yang bersamaan
terbentuk pula mata air panas Ciater dan Maribaya.
Perpindahan aktifitas puncak yang
membentang dari timur ke barat, maka apabila dilihat dari arah Selatan ( kota
Bandung ) maka tampak seperti trapesium atau seperti perahu yang terbalik (
Bahasa Sunda ) perahu nangkub = Tangkuban Perahu.
Aktifitas gunung Tangkuban Perahu
Sampai saat ini adalah dalam keadaan aktif dan normal. Dengan suhu permukaan
kawah 96 ’ C s/d 98 ’ C dengan kondisi asap berwarna putih tipis. setelah kira
– kira 3 bulan yang lalu Gunung Tangkuban Perahu dinyatakan statusnya
”WASPADA”,dengan ketinggian antara 5 – 15 m dari permukaan (kawah Baru, Ratu,
Domas). Dalam masyarakat setempat (Sunda), terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu
tidak lepas dengan legenda Sangkuriang.
D.
LETAK GEOGRAFIS
Secara
geografis Gunung Tangkuban Perahu berada pada 64 derajat 06 LS. dan 107 derajat
36 BT dengan puncak tertinggi kurang lebih 2,084 meter dibawah permukaan laut. Obyek
wisata gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari jalan raya Bandung
– Jakarta via Subang, Cikampek. Sekitar 30 km dari Bandung (merupakan Ibukota
Provinsi Jawa Barat ) ke arah Utara 200 km dari Jakarta atau 32 km sebelah
selatan kota Subang secara administratif berada di wilayah kabupaten Subang dan
kabupaten Bandung.
E.
IKLIM
Daerah
Tangkuban Perahu termasuk kategori daerah tropis dengan suhu rata - rata siang
hari 18 derajat celcius dan antara 7 derajat sampai 9 derajat celcius malam
hari. Memiliki curah hujan 2.700 mm. pertahun dengan curah hujan terendah 100
mm. di bulan Juli dan tertinggi 320 mm. di bulan Nonember dengan kelembaban
udara 45 % - 95 % Prosentasi penyinaran Matahari tinggi antara 40 % - 60 %
dengan lama penyinaran 4,8 jam atau sekitar 7- 2 jam per hari.
F.
LUAS AREAL
Secara
keseluruhan luas areal gunung Tangkuban Perahu : 3.320 km2 dan dalam
pengelolaannya terbagi dalam tiga kelompok,yaitu :
1. Hutan
Produksi : 1.290 km2
2. Hutan
Wisata : 370 km2
G.
KAWAH GUNUNG TANGKUBAN
PERAHU
Gunung
Tangkuban Perahu mempunyai dua kelompok kawah pusat yang masih aktif sampai
saat ini , diantaranya adalah :
1.
Kelompok Pangguyangan
Badak ( kawah Utama )
a. Kawah
Pangguyangan Badak ( pertama ) ukuran 800 m x 700 m
b. Kawah
Upas, kawah Upas A ( tertua ), kawah Upas B ( sebelum sekarang ) Kawah Upas C (
sekarang ) ukuran 800 m x 560 m
c. Kawah
Ratu, kawah Ratu B ( sekarang ) ukuran 650 m x 500 m
d. Kawah
G Como, ( leburan tahun 1926 )
e. Kawah
Baru
2.
Kelompok Kawah
Parasiter
a. Kawah
Jurig
b. Kawah
Siluman
c. Kawah
Jurian
d. Kawah
Badak
e. Kawah
Domas
f. Kawah
Jagal
g. Kawah
Suci
Dari
sekian kawah yang ada, hanya beberapa kawah yang paling menarik perhatian
pengunjung . Hal ini disebabkan selain kawah Domas masih aktif juga karena ada
mata air panas (Fumarole) dengan suhu mendekati titik didih antara 98 ‘C – 100’
C. Kawah Domas merupakan yang paling aman untuk dikunjungi karena posisinya
yang tepat di lereng gunung terbuka (tidak tertutup atau ditumbuhi oleh
tumbuh-tumbuhan) sehingga gas – gas yang dikeluarkan oleh kawah akan segera
terbawa angin.
3.
Aktifitas Letusan
Peristiwa
letusan – letusan yang besar yang pernah terjadi tidak pernah dilakukan
pencatatan sebelumnya . Baru kemudian mulai tercatat dalam sejarah setelah
seorang berkewarganegaraan Jerman bernama Junghun yang pernah menulis erupsi
tahun 1829 sejak itulah kegiatan gunung Tangkuban perahu mulai diadakan pencatatan
aktivias sampai saat ini dan tercatat sebagai berikut :
a. Tahun 1829 Terjadi letusan
abu secara terus menerus di kawah Ratu dan Upas.
b.
Tahun 1846 Erupsi dalam kawah baru.
c.
Tahun 1862 Peningkatan kegiatan di dalam kawah Ratu dan Upas.
d.
Tahun 1896 Letusan freaktif, terbentuk kawah baru.
e.
Tahun 1910 Letusan kawah ratu.
f.
Tahun 1929 Letusan kawah lumpur setinggi 10 m. di kawah Ratu.
g.
Tahun 1935 Terbentuklah celah panjang 50 m. lebar 1 m. di kawah Ratu.
h.
Tahun 1936 Kenaikan kegiatan di kawah Ratu tinggi asap mencapai 100 m.
i.
Tahun 1952 Awan hitam mengepul setinggi 25 m. disertai hujan abu tipis di
kawah Ratu.
j.
Tahun 1969 Hujan abu tipis mencapai perkebunan teh di daerah sebelah
utara.
k.
Tahun 1970 Erupsi lumpur di kawah Ratu.
l.
Tahun 1984 Kenaikan kegempaan.
m.
Tahun 1985 Kenaikan suhu solfatar.
n. Tahun 1992 Kenaikan
aktifitas / gempa vulkanik.
H.
ARTI DAN FUNGSI
TANGKUBAN PERAHU
Gunung
Tangkuban Perahu memiliki beberapa fungsi bagi masyarakat penduduk sekitar
wisatawan domestik dan asing dan berikut ini beberapa fungsi yang akan
dijabarkan penulis sebagai berikut :
1.
Fungsi Biologis
Secara
Biologis, asap belerang berguna untuk kesehatan kulit. daerah Gunung Tangkuban
Perahu mempunyai tanah yang subur karena berdekatan dengan dapur magma sehingga
cocok ditanami tumbuhan yang hidup pada suhu dingin.
2.
Fungsi Ekonomis
Secara
ekonomis , adanya tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu merupakan keuntungan
bagi penduduk sekitar dapat mencari nafkah dengan menjual souvenir, pakaian dan
lain – lain. Barang dagangan dijual dan dibangun semacam stan – stan tempat
berdagang berjejer – jejer sambil menawarkan barang dagangannya pada wisatawan.
Dengan demikian penduduk sekitar dapat memperoleh keuntungan dalam memenuhi
kebutuhan sehari – hari.
3.
Fungsi Psikologis
Tempat
wisata alam Gunung Tangkuban Perahu sangat cocok untuk tempat rekreasi, liburan
dan refresing, karena suasana alamnya yang sejuk, tenang, damai dan tentram
sehingga dapat menghilangkan perasaan yang stress dan jenuh dengan aktifitas
pekerjaan mereka. Tempat ini juga cocok untuk berlibur keluarga, sekolah (Study
Tour) liburan anak – anak muda atau sekedar berlibur mencari kedamaian agar
hati menjadi tenang.
4.
Fungsi Akademis
Gunung
Tangkuban Perahu selain sebagai tempat wisata juga dapat digunakan sebagai
tempat penelitian ilmu – ilmu pengetahuan seperti Geografi, Geologi bagi para
ilmuawan dan sarana bagi pelajar untuk dapat mengetahui kehebatan alam yang
merupakan ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri dan dipelihara agar
tetap terjaga kelestraiannya dan dapat diolah dengan baik sesuai kegunaannya.
I.
LEGENDA SANGKURIANG
Padi
jaman dahulu kala ada seorang maha raja yang bernama Sungging Purbang kara dari
kerajaan Galuh Pakuan pergi berburu ke hutan larangan dengan diiringi bala
Punggawa kerajaan. Konon dalam perburuannya sang raja sempat membuang air kecil
ke tampar tanpa sengaja air seninya tergenang di sebuah belahan tempurung
kelapa yang tergeletak di tanah. Saat itu seekor babi hutan betina lari
terbirit –birit karena ketakutan dikejar- kejar para penggawa yang akhirnya
bersembunyi dekat genangan air kencing sang raja yang terkenal kesaktiannya
itu. Karena babi betina yang merupakan jelmaan dari seorang pertapa cantik (yang
dikutuk menjadi seekor babi hutan oleh gurunya karena melanggar pantangannya)
meminum air seni sang raja. Selang beberapa waktu kemudian pada musim berburu
berikutnya raja kembali ke hutan tersebut dan betapa terkejutnya dia saat mendengar
jeritan tangis seorang bayi yang tergeletak di atas semak –semak belukar, lalu
raja memerintahkan seluruh pung- gawa membawa bayi perempuan yang cantik kepada
raja. Ia sangat gembira dan kemudian kembali ke Istana membawa bayi itu dan
kemudian tumbuh menjadi seorang putri yang cantik jelita yang kemudian diberi
nama Dayang Sumbi.
1.
Dayang Sumbi Dibuang Ke
Hutan
Sejak
kehadiraan Dayang Sumbi ke Istana Galuh , negara menjadi kisruh dan sering
dilanda malapetaka, bencana demi bencana datang silih berganti. Keresahan
semakin memuncak Pada saat Dayang Sumbi menjelang remaja ia selalu menolak
lamaran para pangeran dari kerajaan tetangga sehingga sang raja menjadi panik
dan khawatir bila mereka bersatu dan menyerang Galuh karena sakit hati, maka
keputusan untuk membawa kembali Dayang Sumbi ke tempat asalnya ( ke Hutan ) dan
hanya ditemani oleh seekor anjing Penjaga yang bernama si Tumang (yang
merupakan jelmaan dari seorang manusia yang melanggar larangan guru) dan dibawa
seperangkat alat tenun untuk menghibur dan mengisi waktu senggang di hutan yang
sunyi dan sepi kerjanya hanya menenun setiap hari sesal duka akhirnya menjadi
bencana , berbagai macam penyakit datang silih berganti.
2.
Menikah Dengan Si
Tumang
Suatu
hari Dayang Sumbi memaksakan dirinya menenun kain meskipun ia sedikit sakit ,
tiba – tiba tenun tanpa sengaja alat tenunan itu jatuh dari tangannya ke lereng
yang terjal, dengan badan lemah tak berdaya Dayang Sumbi tidak mampu mengambil
kembali alat tenun itu . Maka Dayang Sumbi bersumpah dan berkata “Siapa saja
yang sudi membawa alat tenun itu kembali bila ia perempuan akan ku angkat
sebagai saudara dan bila ia laki – laki maka akan kuangkat menjadi suami, sungguh
aku tak bohong”.
Dayang
Sumbi bersungguh – sungguh dengan ucapan itu. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi
setelah beberapa saat kemudian datanglah si Tumang yang membawa alat tenun itu.
Apa boleh buat janji seorang iswari tidak dapat dipungkiri maka Dayang Sumbi
dengan si Tumang jadilah suami istri. Setelah mereka menikah maka keduanya
mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama “Sangkuriang” si anak Tumang
yang diasuhnya bersama.
3.
Sangkuriang Membunuh
Ayahnya
Pada
suatu hari Sangkuriang kecil mengemban kuasa sang bunda untuk mencari hati rusa
hasil buruannya sebagai santap malam ditemani si Tumang pergi membawa busur
panah dan menuju ke hutan. Beberapa kali sangkuriang berusaha mebidik panahnya
ke sasaran namun selalu gagal akhirnya Sangkuriang semakin kesal karena tidak
mendapatkan hati rusa, kemudian dengan maksud menenangkan hati sang ibunda
akhirnya Sangkuriang mengambil anak panah untuk mengambil hati si Tumang
Setelah selesai makan malam tiba - tiba Dayang Sumbi bertanya ” Wahai anakku
kemanakah gerangan si Tumang? dari tadi tidak tampakrupa dan bayangannya ?”
tanya sang bunda. Dengan nada datar Sangkuriang menjawab “Hati yang kita makan
tadi sebenarnya bukanlah hati rusa tetapi hati yang disantap pada makan malam
adalah hati si Tumang”. Dengan sangat terkejut dan perasaan yang sangat marah
ketika itu Dayang Sumbi mengambil Centong dan akhirnya Sangkuriang dipukul
dengan keras dan menyebabkan luka kepala yang cukup dalam. Pada saat itu Dayang
Sumbi memohon kepada sang Hyang Widi atas kesalahannya yang tidak pernah
menceritakan keadaan yang sebenarnya ayah Sangkuriang. Pada waktu Dayang Sumbi
mendapat “wangsit” bisikan dari Hyang Widhi bahwa ia tidak boleh memakan setiap
makhluk yang berdarah antar lain harus mandi air pancuran dan sejak saat itu
Dayang Sumbi hanya memakan aneka tumbuhan dan daun – daunan (lalaban) sebagai
lauk pauk serta harus mandi dan minum dari air pancuran.
4.
Sangkuriang diusir
Ibunya
Dalam
keadaan kepala yang luka dan berdarah dengan kondisi setengah hilang ingatan, Sangkuriang
di usir oleh ibunnya dari kampung halamannya dan ia menggembara entah kemana
tujuannya dari masuk hutan keluar hutan, dari satu desa ke desa lain, ia menuju
ke arah matahari terbit dan dalam pengembaraannya itu Sangkuriang selalu
berburu dan mempelajari ilmu dari setiap guru yang dijumpainya. Akhirnya
sekarang Sangkuriang menjadi seorang pemuda yang tampan dan perkasa (sakti
mandraguna). Setelah sekian lama mengembara timbul hasrat untuk pulang ke kampung
halamannya untuk mencari ibunya. Setelah menempuh perjalanan dalam beberapa
hari kemudian sampai juga di suatu desa. Dalam perjalanan Sangkuriang berpapasan
dengan seorang gadis cantik dan Sangkuriang mempunyai hasrat untuk mencintai
gadis itu yang sesungguhnya adalah ibunda, dan Sangkuriang tidak menyadari
bahwa kampung yang disinggahinya adalah kampung halamannya sendiri yang pernah
ia tinggalkan. Dan gadis tersebut sesungguhnya adalah ibunya “Dayang Sumbi ”.
Atas ampunan segala perihal sang Dewata Dayang Sumbi tetap ayu dan tampak muda.
Pada suatu hari Sangkuriang dan Dayang Sumbi sedang memadu kasih untuk
merencanakan perkawinannya. Dayang Sumbi terkejut akan luka yang pernah dilakukan
pada anaknya, semua bentuk dan ciri-ciri luka pada kepalanya Sangkuriang (sang
kekasih) sama. Dayang Sumbi menyadari hal itu dan dia berpikir tak ingin
menikah dengan Sangkuriang (yang ia yakini bahwa dia adalah anak kandungnya
sendiri) namun di sisi lain ia tak mampu membatalkan rencana perikawinannya
tersebut.
Kepada
sang Dewata sekali lagi ia mohon bagaimana cara melakukan siasat untuk
menggagalkan perkawinannya. Sebagai siasat suatu syarat (sebagai Mas kawin)
Sangkuriang harus membuat danau dengan perahu raksasa dalam tempo satu malam
yang akan dipakai nanti untuk dilayari berbulan madu. Perahu dan danau tersebut
harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing Tenanglah fikiran Dayang Sumbi
ketika itu, karena menurutnya persyaratan itu tidak akan mampu dipenuhi oleh
Sangkuriang. Dengan percaya diri dan tenang syarat perkawinan itupun ia terima
tanpa basa-basi Sangkuriang perkasa langsung menyanggupi persyaratan sang
kekasih.
5.
Sangkuriang Membuat
Perahu
Dengan
dibantu bala tentara siluman “Gunung Tujuh ” Sangkuriang mulai membendung
aliran sungai Citarum sang Hyang Tikoro (kini sudah menjadi Padalarang sekitar
30 km barat kota Bandung). Perahu dibangun di hutan Lembitan (Lembang). Sepanjang
malam Dayang Sumbi mengamati apa yang diperbuat oleh Sangkuriang, dengan
perasaan cemas, menjelang tengan malam Situ Hyang alias danau atau telaga
Bandung telah terbentang dan perahu pun siap diluncurkan, sementara fajar
menyingsing masih jauh menjelang Di kala itupun Dayang Sumbi tak keukurangan
akal untuk mengagalkan rencana anaknya yang angkara murka. Dayang Sumbi berdoa
kepada Dewata dan beberapa saat kemudian Dayang Sumbi mengambil sehelai
selendang mayang (berwarna putih) hasil tenunannya dan ilmu kesaktian yang
dimilikinya Dayang Sumbi mulai mengibar-ibarkankan selendang putihnya di ufuk
timur sehingga menimbulkan cahaya seolah fajar telah tiba Selain itu pula
dayang Sumbi memerintahkan penduduknya pengiringnya Untuk menyalakan obor, ayam
– ayam yang berada di sekitarnya mulai berkokok, sedangkan kaum wanitanya
disuruh bersenandung sambil menumbuk padi seolah – olah hari sudah pagi. Sangkuriang wirang
karena kesiangan karena ia merasa yakin melaksanakan apa yang diinginkan oleh
calon istrinya akan tetapi ternyata ia gagal dan begitu murkanya ia menendang
perahunya yang hampir selesai itu kemudian terbalik (dalam bahasa Sunda yaitu Nangkub)
dan berubah menjadi gunung yang sekarang dinamakan Tangkuban Perahu (yang
berarti perahu terbalik). Dan sisa ranting pohon untuk membuat perahu yang
berubah menjadi gunung Burangrang dan sisa kayu yang ditebang berubah menjadi
bukit yang dinamakan bukit Tunggul.
Bendungan
Sang Hyang Tikoro yang digunakan untuk membuat danau itu pun diobrak – abrik
sehingga air menjadi surut dan danaunya pun berubah menjadi sebuah desa Bandung.
Kini desa tersebut telah berubah menjadi kota yang kita kenal dengan sebutan
kota “Bandung” (Berasal dari Kata Bendung / bendungan).
PENUTUP
Atas berkat
rahmat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya kapada kita semua
sehinngga kami dapat menyalesaikan tugas dan kewajiban kami dalam rangka
membuat karya tulis yang merupakan persyaratan dalam mengikuti Ujian Nasional
Tahun Ajaran 2013/2014 dengan selamat tidak ada suatu halangan apapun kami
dapat menyusun karya tulis ini dengan baik.
Dan kami
mengucapkan semoga buku Karya Tulis ini dapat menambah pengetahuan dan
bermanfaat bagi para pembaca. Saya juga tidak lupa minta saran-saran dan
kritikan yang bersifat membangun sebulum dan sesudahnya saya sebagai penyusun
karya tulis ini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu didalam menyusun karya tulis ini.
Saya
sebagai penyusun tidak lupa mohon maaf kepada para pembaca apabila didalam
menyusun dan menulis karya tulis ini melakukan kesalahan-kesalahan dan apabila
didalam menyusun karya tulis ini di dalamnya ada kata-kata yang kurang berkenan
di hati para pembaca.
A.
KESIMPULAN
Setelah penulis melaksanakan praktek
atau Study Tour ke Bandung, berdasarkan data-data dan keterangan serta
pengalaman yang penulis peroleh maka, kami dapat mengambil kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Obyek wisata di Bandung di bangun dengan megah bukan hanya
untuk melengkapi keindahan kota saja, melainkan obyek itu dibangun untuk pengetahuan masyarakat Indonesia.
2.
Daya tampung sejarah kota Bandung ada yang dibuka sebagai
tempat pariwisata agar masyarakat mengetahui pentingnya sejarah perjuangan bangsa.
3.
Dengan adanya ungkapan yang bersih, teratur, rapi, panorama
yang demikian ini akan menjadikan orang ingin menikmatinya dengan nyaman.
4.
Selain wisatawan mancanegara dan domestik dapat menikmati
keindahan obyek di Bandung, peenduduk disekitar obyek-obyek tersebut juga dapat
berjualan berbagai macam oleh-oleh dan souvenir yang dapat meningkatkan taraf
hidupnya.
5.
Obyek wisata di Bandung memang semuanya bersih, indah, rapi,
sehingga pengunjung merasa puas.
B.
SARAN
Karena
keperluan kami dalam hal ini. Penyusun laporan dalam pelaksanaan karya wisata
ini hanya sedikit saran-saran yang menyangkut yang dapat mendorong dan berguna
bagi daerah Bandung dan sekitarnya yang telah dikunjungi bersama. Berdasarkan
hasil penelitian yang saya jalankan selama mengikuti Study Tour berlangsung
maka penulis mengajuka saran-saran sebagai berikut :
1. Pengunjung hendaknya mendapatkan
pelayanan yang menyenangkan, oleh karana itu setiap obyek hendaknya diucapkan
yang bersifat untuk dipamerkan pemeliharaan juga penting dilakukan sehingga
tidak mengecewakan pengunjung.
2. Obyek-obyek itu di perbaharui atau
di tingkatkan lebih menarik perhatian para pengunjung dan menarik bagi wismas. sehingga
dapat menambah penghasilan dan devisa Negara.
3. Obyek-obyek yang sifatnya sangat bersejarah
bagi Bangsa Indonesia hendaknya dijaga
kemurnian dan kebersihan lingkungan.
Demikian harapan dan saran-saran
dari saya sehingga dapat berkenan dihati para pembaca dan mendapat perhatian
dari beberapa pihak. Adik-adikku kelas VII dan kelas VIII khususnya di SMP N 3
MANDIRAJA. Janganlah bosan-bosan membaca buku-buku pelajaran, pengetahuan
ataupun karya tulis ini, dan penulis mengharap karya tulis ini dapat bermanfaat
atau berguna bagi kalian semua, dan semuanya dan semuanya belajarlah yang rajin
agar tercapai cita-citanya, karena kita semua masih tahap belajar. Sekian dan
Terima Kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Anipudin-Delik Iskandar-Ending
Jahruddin. 2005. Cermat Berbahasa 3.
Solo: PT.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Heru Prasetyo, Esroq. 2005. Bahasa dan sastra Indonesia.
Surakrta
Umar, Husen. 1999. Metode Penelitian Untuk Karya Tulis. Jakarta: Fajar Interpretama
Offset.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar